Posted by: can-dra in Puisi

Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
Mengenang Chairil Anwar, lahir di Medan 26 Juli 1922, wafat 29 April 1949 di Jakarta.
This entry was posted on Saturday, November 29th, 2008 at 12:49 am and is filed under Puisi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.