Archive for the “Puisi” Category


Maaf kan aku Ruang sepi…

Comments 4 Comments »

Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

Mengenang Chairil Anwar, lahir di Medan 26 Juli 1922, wafat 29 April 1949 di Jakarta.

Comments No Comments »

Pernah punya hati untuk merasa perih yang merajam

tersenyum sekilas hanya sekedar tanda aku dapat bertahan

aku ingin seperti edelweis yang bertahan disegala cuaca

tapi apa dia aku hanya sedap malam…

aku bagi kupu-kupu yang hanya bersinar beberapa hari

tak mampu melihat dunia untuk selamanya

terpatah hati untuk tersenyum

disini aku sendiri bersama bongkahan es

yang kian menutupi tubuh ku

dan membuat hati kian membatu

sendiri itu begitu nyaman 

tapi hati berontak

ada yang tersakiti tapi tak bisa bersuara

hanya diam membisu dan bergumam

sakit ini telah aku rasakan…

 

Sebuah short message service (sms) dari + 628 5292 888 0***,  received 17 :21:07/29-06-2008, size 2,5 kb.

Comments No Comments »

terpejam
membayangkan dirimu yang kini pergi bersama kenangan
Berjalan
walau tak terkendali sulit terima semua yang terjadi
apabila ini akhir
dari semua kisah kita yang kau inginkan

keputusanmu
menghancurkan
mimpi indahku
dan juga hatiku
jujur tak mampu
ku menepis semua
luka yang telah kau berikan
untukku…………

(Cosmic : sebuah kisah)

seharusnya cinta jauh dariku dan sayang tinggalkan aku
maafkan aku..

Tags:

Comments No Comments »

Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman” (Kahlil Gibran)

Comments No Comments »